Penyebab Diabetes

Dari hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ahli kedokteran, dikemukan teori baru yang menyatakan bahwa penyakit diabetes mellitus tidak hanya disebabkan oleh faktor keturunan (genetik), tetapi juga dipengaruhi oleh bebeapa faktor lain yang multi-kompleks, antara lain kebiasaan hidup dan lingkungan.

Orang yang tubuhnya membawa gen diabetes, belum tentu akan menderita penyakit gula, karena masih ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini pada seseorang, yaitu antara lain makan yang berlebihan/kegemukan, kurang gerak atau jarang berolahraga dan kehamilan.

Penyebab terjadinya diabetes mellitus

1. Makan yang berlebihan menyebabkan gula dan lemak dalam tubuh menumupuk secara berlebihan. Kondisi tersebut menyebabkan kelenajr pankreas terpaksa harus bekerja keras memproduksi hormon isnulin untuk mengolah gula yang masuk. Jika suatu saat pankreas tidak mampu memenuhi kebutuhan hormon insulin yang terus bertambah, maka kelebihan gula tidak dapat terolah lagi dan akan masuk ke dalam darah serta urine (air kencing). Data statistik di Amerika menunjukkan bahwa 70% dari total penderita diabetes mellitus, merupakan orang yang memiliki berat berlebih (obessitas).

2. Pada saat tubuh melakukan aktivitas/gerakan, maka sejumlah gula ajan dibakar untuk dijadikan tenaga gerak. Sehingga jumlah gula dalam tubuh akan berkurang dan dnegan demikian kebutuhan akan hormon insulin juga berkurang.

3. Pada saat hamil, untuk memenuhi kebutuhan pertumbuahn janinnya, seorang ibu secara naluri akan menambah jumlah konsumsi makanannya, sehingga umumnya berat badan dan ibu hamil akan naik sekitar 7-10 kg. Pada saat penambahan jumlah konsumsi makanan tersebut terjadi, jika ternyata produksi inuslin kurang mencukupi, maka akan timbul gejala penyakit diabetes mellitus.

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Leave a comment

Komplikasi Diabetes

Komplikasi Diabetes merupakan sebuah penyakit yang dapat menjadi faktor resiko penyakit-penyakit yang serius. Tanpa adanya kontrol yang efektif,  penyabab diabetes tipe 1 dan tipe 2 akan berkembang menjadi penyakit yang kompleks dengan beragam komplikasi. Komplikasi-komplikasi diabetes tipe 1-2 akan mengurangi tingkat kualitas dan harapan hidup, sehingga dapat berakibat fatal.

Hal ini hanya dapat dicapai dengan memonitor kesehatan tiap pasien secara terus menerus, karena komplikasi dapat berkembang secara perlahan dan tidak terdeteksi seiring dengan berjalannya waktu. Pengawasan secara rutin juga sangat penting bagi mereka yang merasa tidak ada masalah dengan kesehatannya.

diabetes tipe 2

diabetes tipe 2

Komplikasi – komplikasi yang dapat timbulkan  penyebab diabetes tipe 1 dan 2 antara lain :

  • Penyakit kardiovaskular
  • Penyakit mata
  • Penyakit ginjal
  • Neuropati / kelainan saraf
  • Komplikasi kaki
  • Komplikasi oral / pada mulut
  • Komplikasi saat hamil

Komplikasi penyebab diabetes tipe 1 dan 2 dibagi menjadi dua bagian :

Komplikasi makrovaskular meliputi pembuluh darah besar ( makro ). Komplikasi kardiovaskular adalah resiko utama. Resiko ini meliputi serangan jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah parifer ( penyakit dimana terjadinya gangguan aliran darah ke tangan atau kaki, biasanya kaki menjadi lemah ).

Komplikasi mikrovaskular meliputi pembuluh darah kecil yang memberikan nutrisi kepada jaringan tubuh. Komplikasi bisa mengakibatkan berkurangnya kemampuan melihat atau kebutaan, kerusakan ginjal, dan kerusakan pada saraf kaki, yang bisa mengakibatkan kaki diamputasi.

Komplikasi tambahan bagi penyebab diabetes yang menggunakan insulin adalah hipoglikemia ( kadar gula darah yang rendah ), sehingga menyebabkan kehilangan kesadaran. Hal ini akan membuka peluang resiko-resiko baru dan membahayakan penderitanya.

Komplikasi makrovaskular

Penyakit kardiovaskular merupakan pembunuh nomor satu dalam masyarakat. Faktor – faktor dari gaya hidup dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kardiovaskular, sehingga pengaturan gaya hidup sangat penting bagi penyebab diabetes.

Faktor – faktor gaya hidup meliputi :

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Berat badan berlebihan dan kegemukan ( obesitas )
  • Kolesterol tinggi
  • Aktivitas fisik yang kurang

Serangan jantung merupakan resiko utama bagi penderita diabetes, resiko ini meningkat menjadi empat kali lebih tinggi. Diabetes menurunkan tingkat kesembuhan pasien setelah terkena serangan jantung dan dihubungkan dengan reaksi yang lebih lemah pada sistem kardovaskular. Selain itu, penyebab diabetes meningkatkan resiko terkena stroke, dan gangguan sirkulasi darah, disebut penyakit pembuluh darah perifer, dimana alirah darah ke kaki terganggu.

Komplikasi mikrovaskular penyakit mata

Kadar gula darah yang tinggi pada aliran darah kecil, pembuluh darah kapiler pada mata, bisa menyebabkan komplikasi serius dan kadang-kadang tidak bisa di sembuhkan seperti retinopati dan glaucoma. Kedua kondisi ini dapat berkembang tanpa adanya gejala-gejala yang serius / tersamar, dan keduanya bisa menyebabkan kehilangan penglihatan. Diagnosa sedini mungkin sangatlah penting.

Komplikasi oral

Kadar gula darah yang tinggi meningkatkan terkena penyakit gusi, atau periondontal. Jika penyakit gusi tidak ditangani secara serius, bisa menyebabkan tanggalnya gigi.

Penyakit ginjal

Ginjal mempunyai fungsi penting dalam tubuh dengan menyaring darah. Tetapi gula darah yang tinggi akan merusak pembuluh kapiler dalam ginjal, yang bisa mengakibatkan kerusakan yang serius dan kadang-kadang tidak bisa disembuhkan. Diagnosis dini berperan penting dalam pencegahan penyakit ginjal terminal atau End-Stage Renal Disease ( ESRD ). Pada ESRD, ginjal tidak dapat mengeluarkan kotoran-kotoran dalam darah. Akhirnya, darah harus disaring dengan menggunakan mesin, melalui dialysis ( cuci darah ) atau transplantasi ginjal.

Neuropati

Neuropati adalah gangguan pada sistem saraf sehingga kerusakan pada saraf akan menyebabkan akibat yang serius. Contohnya kerusakan pada saraf bisa menyebabkan mati rasa pada bagian-bagian tubuh. Bagi penderita diabetes, mati rasa pada kaki adalah hal yang sering dijumpai.

Komplikasi kehamilan

Wanita dengan diabetes pre-existing, kehamilan menimbulkan resiko-resiko kepada calon ibu dan bayinya. Resiko ini meliputi keguguran, lahir mati, trauma kelahiran, dan berat badan kecil secara lahir.

Komplikasi kaki

Kaki para penderita diabetes sangat rentan. Kombinasi dari lemahnya aliran darah ke kaki dan rusaknya saraf kaki, menjadikan meraka beresiko tinggi. Luka bernanah pada kaki adalah komplikasi yang umum, yang kalau tidak dirawat dengan efektif bisa menyebabkan amputasi. Sayangnya amputasi bukanlah hal yang jarang terjadi pada penderita diabetes.

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pre Diabetes

Pre diabetes adalah suatu kondisi dimana terjadinya kenaikan kadar gula darah lebih dari nilai normal tapi nilainya belum cukup tinggi untuk dikatakan sebagai penyebab diabetes.

Pre-diabetes juga dikenal sebagai “daerah abu-abu” antara nilai gula darah normal dan diabetes. Pre-diabetes bila tidak ditangani secara tepat akan berkembang menjadi penyebab diabetes tipe 2 kemudian hari.

gejala pre diabetes

gejala pre diabetes

Apa gejala dari pre-diabetes?

Pre-diabetes sering tidak bergejala. Tapi kadang-kadang juga bisa memiliki gejala yang sama seperti gejala diabates.

Siapa saja yang beresiko menderita pre-diabetes

Mereka yang beresiko terkena pre-diabetes

-          Usia diatas 45 tahun

-          Berat badan berlebihan, terutama ukuran lingkar perut 94 cm untuk pria dan 80 cm bagi wanita

-          Rendahnya aktivitas fisik

-          Abnormalitas lemak, kadar trigliserida yang tinggi dan HDL rendah dan atau kadar kolesterol tinggi

-          Tekanan darah tinggi

-          Riwayat kesehatan keluarga yang memiliki penyakit diabetes dan jantung

-          Mereka yang berasal dari beberapa ras tertentu, misalnya : dari kepulauan pasifik, asia sampai sub-kontinen india

diabetes

 penyebab diabetes

Untuk menegakkan diagnosis pre-diabetes dilakukan tes :

  1. Tes glukosa darah puasa
  2. Tes toleransi glukosa oral

Bisa Dikatakan  penyebab diabates bila nilah gula darah puasa lebih dari sama dengan 126 mg/dl dan gula darah sewaktu lebih dari sama dengan 200 mg/dl yang diperiksa sebanyak dua kali pada waktu yang berbeda disertai dengan gejala khas diabetes.

Bisa pada pemeriksaan gula darah puasa didapatkan hasil antara 100-125 mg/dl dan hasil tes toleransi glukusa oral normal, dikatakan ini menunjukkan suatu bentuk awal dari resistensi insulin.

Tetapi bila pada pemeriksaan tes toleransi glukosa oral di dapatkan hasil antara 140-199 mg/dl keadaan ini disebut sebagai gangguan toleransi glukosa. Kedua gangguan ini yang dikenal sebagai kondisi pre-diabetes.

Apakah yang dilakukan bila anda terdiagnosis dengan pre-diabetes?

Pre-diabetes biasanya ditangani dengan perubahan pola hidup, yaitu dengan pengaturan pola makan yang seimbang, meningkatkan aktivitas fisik / olahraga, menjaga berat badan dan tekanan darah.

Menyadari jumlah penderita penyakit diabetes tipe 2 yang semakin hari semakin bertambah, maka sangatlah penting untuk mulai melakukan pencegahan penyakit ini salah satunya dengan mampu mengenali kondisi pre-diabetes.

 

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , | Leave a comment

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling sering dijumpai dari semua tipe penyakit diabetes. Sekitar 90% pasien diabetes didiagnosa sebagai diabetes tipe 2. Dikenal juga sebagai diabetes yang tidak tergantung insulin dan biasanya diderita oleh orang dewasa atau usia lanjut. Akan tetapi akhir-akhir ini semakin banyak penderita diabetes tipe ini yang masih dalam usia produktif.

Di indonesia saat ini terdapat sekitar 7.6 juta orang penderita diabetes dan 12.6 juta orang yang didiagnosis dengan kondisi pre-diabetes. Pada tahun 2030 jumlah penderita diabetes diperkirakan akan menjadi 11.3 juta orang.

diabetes tipe 2

diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 biasanya berkembang seiring dengan waktu, sering terjadi tanpa adanya gejala yang biasanya ditemukan adalah :

  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lelah
  • Pandangan kabur
  • Sering terjadi infeksi ( kulit, saluran kemih, dll )
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas

Apakah Diabetes Tipe 2 itu ?

Diabetes adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Pada umumnya makanan yang kita makan akan dipecah menjadi glukosa / gula oleh tubuh dan digunakan sebagai sumber energi oleh sel. Untuk mengangkut glukosa tersebut, sel tubuh kita memerlukan insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Pada diabetes tipe 2, insulin yang dihasilkan oleh tubuh jumlahnya tidak mencukupi atau tubuh tidak dapat menggunakannya secara efektif suatu kondisi yang disebut “resistensi insulin”

Kombinasi dari kedua keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya kenaikan kadar gula darah pada diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang progresif serta dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan atau komplikasi bila tidak terkontrol dengan baik.

Bagaimana orang dapat menderita Diabetes Tipe 2?

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena diabetes. Faktor resiko tersebut adalah :

  1. Faktor resiko yang tidak dapat diubah
  • Riwayat kesehatan keluarga dengan penyakit diabetes
  • Umur – resiko bertambah seiring dengan pertambahan umur
  • Ras tertentu misalnya ras dari kepulauan Pasific, Asia dan Sub-Kontinen India
  • Riwayat menderita diabetes kehamilan selama masa hamil
  1. Faktor resiko yang dapat diubah
type diabetes tipe 2

type diabetes tipe 2

Bagaimana caranya untuk mendiagnosis Diabetes Tipe 2?

Diabetes tipe 2 diketahui saat melakukan tes kesehatan rutin, yaitu dengan pemeriksaan gula darah. Karena penyakit ini sering tidak bergejala maka disarankan kepada mereka yang berusia 40 tahun keatas agar melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin.

Tes untuk Diabetes Tipe 2?

  1. Pemeriksaan gula darah puasa
  2. Pemeriksaan gula darah sewaktu
  3. Tes toleransi glukosa oral

Pemeriksaan gula darah puasa

Pasien diwajibkan untuk puasa menimal 8 jam sebelum pengambilan sempel darah. Tes ini sangat sederhana dan mudah. Hasilnya dapat menggambarkan apakah gula darah anda normal, pre-diabetes, atau diabetes.

Pemeriksaan gula darah sewaktu

Pemeriksaan ini dilakukan tanpa puasa dan sempel gula darah diambil secara acak. Biasanya tes ini digunakan dalam program penyaringan diabetes dimasyarakat.

Tes toleransi glukosa oral

Dalam tes ini, pasien akan diberikan larutan yang mengandung gula dan diukur gula darah sesudah 2 jam meminum larutan tersebut. Pada orang normal kadar gula akan kembali normal setelah beberapa saat, sementara bagi penderita diabetes kadar gula darah akan tetap tinggi.

Hal penting dari diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 meningkatkan resiko seseorang untuk terkena penyakit jantung dan pembuluh darah dua kali lebih besar dibanding mereka yang tidak menderita diabetes. Selain itu komplikasi yang ditimbulkan dari penderita diabetes dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup penderita.

Bagaimana penanganan Diabetes Tipe 2?

Diabetes tipe 2 dapat dikontrol dengan pengaturan gaya hidup sehat yang mencakup perencanaan pola makan yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan pasien serta aktivitas fisik yang cukup untuk mengendalikan kadar gula darah, pemberian obat-obatan. Edukasi serta monitoring yang teratur dengan tujuan tercapainya kontrol gula darah yang optimal dan menurunkan atau setidaknya memperlambat resiko komplikasi dari diabetes.

Rendahnya angka diagnosa dari penyakit ini, ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit diabetes dan komplikasinya serta tingginya angka kondisi pre-diabetes yang tidak tertangani secara tepat menyebabkan semakin bertambahnya jumlah penderita diabetes dari tahun ke tahun dan secara langsung menyebabkan tingginya beban angka kesakitan dan kematian akibat dari komplikasi yang ditimbulkan.

 

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , | Leave a comment

Makanan Untuk Penderita Diabetes Melitus

Penyebab munculnya masalah penyakit diabetes melitus adalah karena terganggunya metabolisme dimana pemanfaatan karbohidrat terutam yang terjadi pada  glukosa yang kurang optimal. Dengan kata lain penyebab dari penyakit diabetes ini terjadi karena gangguan metabolisme karbohidrat. Sedangkan pada karbohidrat yang dihasilkan dari makanan sehari-hari yang biasa kita konsumsi. Oleh sebab itulah makanan untuk penderita diabetes melitus yang akan mereka konsumsi adalah makanan yang bertujuan menghindari dari terjadinya peningkatan gula darah yang tinggi.

Piramida makanan untuk penderita diabetes melitus ditujukan adalah untuk membantu pasien penyakit diabetes membuat pilihan dari makanan yang tepat dan secara umum karena tidak memungkinkan membuatnya untuk masing-masin penderita diabetes. Lagipula, setiap para penderita penyakit diabetes melitus atau penyakit gula tidak memiliki pemahaman tentang nilai gizi dari setiap makanan.

Secara umum makanan untuk penderita pasien diabetes melitus dari dasar dan lapisan kedua dari piramida makanan penyakit diabetes ini bisa dikonsumsi secara bebas dan dilakukan dengan pembatasan dan juga lapisan yang lebih tinggi dari dari yang terdapat di dalam piramida makanan untuk penderita diabetes melitus, semakin tingginya kelompok pada makanan tersebut maka bisa dikonsumsi atau dihindari oleh seoran penderita penyakit diabetes.

Makanan untuk penderita pasien diabetes melitus adalah makanan yang terbuat dari biji-bijian dan juga tepung yang ada di dalam piradmida makanan diabetes. Kelompok dari makanan biji-bijian dan juga tepung yang banyak mengandung karbohidrat misalnya seperti beras, gandum, rye,jagung, kacang polong, kentang pinto, dan juga makanan yang lainnya yang bisa menggunakan biji-bijian masuk dalam kelompok ini.

Sayuran terletak tepat diatas dasar permukaan piramida makanan diabetes. Sayuran secara alami9 rendah dalam konten lemak, rendah kalori dan juga kaya akan vitamin, mineral, serat dan juga gizi mikro.

Kelompok buah-buahan ini terletak diatas dasar piramida makanan diabetes bersamaan dengan kelompok sayuran. Buah-bauhan ini kaya akan vitamin, mineral, serta dan juga karbohidrat. Makanan untuk penderita diabetes ini merupakan makanan yang terdapat di dalam menu empat sehat lima sempurna.

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kronik Diabetes

Penyakit kronik diabetes merupakan penyakit yang sering dikenal juga dengan penyakit kencing manis. Khususnya bagi penyakiit diabetes melitus tipe 2 yang bukan disebabkan karena faktor keturunan. Penyakit kronik diabetes ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja namun juga menyerang anak-anak dan remaja juga. Ironisnya lagi adalah penyakit diabetes pada anak sulit untuk dideteksi sehingga tidak bisa dicegah sejak dini. Tingginya dari penderita penyakit diabetes ini di Indonesia disebabkan karena pola makan di Indonesia yang terlalu banyak dalam mengonsumsi karbohidrat.

Biasanya orang-orang yang bisa terserang penyakit kronik diabetes ini adalah mereka yang mengalami masalah kegemukan atau obesitas atau berat badan berlebih, prediabetes atau glukosa darah puasa atau sesudah makan melebihi batas normal atau juga toleransi  glukosa yang mengalami gangguan, melahirkan bayi yang beratnya lebih dari 4 kg, mempunyai  saudara, orang tua atau keluarga yang mengidap penyakit diabetes, usia diatas 45 tahun, dan mempunyai tekanan darah tinggi atau juga kolesterol yang tinggi.

Penyebab dari penyakit kronik diabetes adalah karena faktor keturunan. Keturunan merupakan suatu faktor yang tidak bisa diubah, namun faktor lingkungan yang berkaitan dengan gaya hidup yang bisa diubah. Faktor lainnya adalah disebabkan karena nutrisi, nutrisi merupakan faktor yang penting dari munculnya Diabetes Melitus Tipe 2. Gaya hidup yang serba kebarat-barataan dan juga hidup santai.

Kadar gula dalam darah yang normal biasanya cenderung meningkat secara ringan namun progresif atau bertahap sertlah diatas usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif bergerak. Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam keadaan waktu 2 jam. Seseoranh dikatakan sebagqi penyandang penyakit kronik diabetes jika pada pemeriksaan laboratorium kimia darah konsentrasi glukosa darah dalam keadaan puasa pagi hari ? 126 mg/dL dan atau 2 jam sesudah makan ? 200 mg/dL atau glukosa sewaktu melebiho 200 mg/dL.

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Diabetes Mellitus

Penyebab diabetes umumnya berawal dari konsumsi makanan yang tidak terkendali, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung rasa manis atau gula tinggi.

Penyakit diabetes atau yang lebih dikenal masyarakat Indonesia sebagai penyakit gula ini adalah sebuah penyakit yang mempengaruhi orang dari segala usia, kelas atau bangsa. Insidensi diabetes telah menunjukkan rasio peningkatan yang mencemaskan pada saat ini.

penyebab-diabetes

Gaya hidup yang berkecepatan tinggi dan penuh stress, nutrisi yang tidak tepat dan tidak cukupnya olahraga mempercepat perkembangan diabetes pada usia yang cukup dini. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab diabetes dan mengetahui cara mengendalikan diabetes.

Diabetes atau gula darah yang tinggi adalah sebuah penyakit yang timbul jika terjadi kelainan pada fungsi-fungsi tubuh tertentu yang memanfaatkan karbohidrat, lemak dan protein dalam darah untuk memproduksi energi. Kekurangan suatu hormon yang disebut insulin atau kurangnya produksi insulin oleh pankreas menyebabkan penyakit diabetes muncul. Insulin mengatur kadar gula di dalam darah. Ketidak seimbangan pada jumlah insulin yang diproduksi dapat menyebabkan timbulnya diabetes.

Penyebab diabetes yang dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang menyebabkan gula darah tinggi (hiperglikemia) dapat disebabkan oleh :

- Mengkonsumsi makanan yang mengandung gula sederhana yang mudah diserap tubuh, misalnya permen, es krim dan kue kering.

- Mengkonsumsi minuman yang menggunakan pemanis buatan seperti minuman bersoda dan jus.

Selain itu beberapa jenis makanan mungkin juga dapat mempengaruhi timbulnya penyebab diabetes, seperti :

1. Sering makan-makanan yang di goreng atau gorengan

Makanan yang digoreng atau gorengan yang kita makan merupakan salah satu penyebab dari timbulnya diabetes. Ditambah apabila memiliki riwayat diabetes. Gula di dalam darah akan semakin terikat dengan minyak makanan. Minyak yang berubah menjadi lemak ini akan menghambat jalannya darah dan tentunya akan semakin meningkatkan laju gula darah terus meningkat.

2. Sering ngemil makanan manis

Saat ini banyak sekali produk-produk makanan yang dijual dengan menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan. Ketika seseorang memiliki hobi ngemil makan-makanan yang bersifat manis. Tak menutup kemungkinan memiliki risiko terhadap penyakit diabetes. Di samping itu juga kadar lemak dalam darah pun meningkat.

3. Malasnya melakukan aktivitas fisik

Melakukan aktivitas disamping bekerja di kantor atau melakoni pekerjaan sehari-hari ternyata tidak selalu membuahkan hasil atau membantu mengurangi kadar gula darah. Aktivitas pendukung lainnya juga diperlukan untuk membantu mengendalikan kadar gula darah misalnya dengan olahraga ringan yang dapat dilakukan setidaknya 1 minggu sekali. Dengan melakukan olahraga kita dapat mengurangi risiko penyebab diabetes.

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Diabetes

diabetes-in-childrenAda beberapa penyebab penyakit diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Dibawah ini dijabarkan beberapa yang terpenting :

Faktor Keturunan
Penyebab penyakit diabetes yang tidak tergantung pada insulin lima kali lebih lazim terjadi pada orang-orang yang bertalian darah dengan pengidap diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki diabetes di dalam keluarganya. Resiko ini meningkat menjadi 50% jika terjadi kegemukan. Menngkatnya penyimpanan energy di dalam tubuh dianggap menguntungkan bagia orang pasokan makanan yang tidak dapat diramalkan, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok prasejahtera. Akan tetapi, jika makanan mudah tersedia, meningkatnya timbunan energy di dalam tubuh dapat menyebabkan obesitas, resistensi insulin dan mungkin diabetes tidak tergantung pada insulin. Ini mungkin menjelaskan mengapa jenis diabetes ini lebih lazim daripada orang-orang yang mengadopsi gaya hidup barat.

Obesitas
Penyebab penyakit diabetes lain adalah gaya hidup yang minim gerak pada masyarakat perkotaan dan pasokan energy yang berlebihan meningkatkan resiko terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Resiko terkena diabetes menurun sebanyak 6% untuk setiap 500 kilo kalori (kkal) yang digunakan  dalam olahraga  setiap hari. Diyakini bahwa distribusi lemak di dalam berbagai bagian tubuh dan jumlah total lemak di dalam tubuh yang penting dalam menentukan besaranya resiko terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Orang yang memiliki lemak berlebihan atau obesitas pada batang tubuh, terutama jika itu berada pada batang tubuh, terutama jika itu berada pada bagian perut, lebih mungkin terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Itu karena lemak pada organ-organ perut tampak lebih mudah diolah untuk memperoleh energy. Ketika lemak diolah untuk memperoleh energy, kadar asam lemak di dalam darah meningkat. Tingginya asam lemak di dalam darah meningkatkan resistensi terhadap insulin melalui aksinya terhadap hati dan otot-otot tubuh.

Malnutrisi
Diyakini bahwa anak-anak yang mengidap malnutrisi selama tahap perkembangan yang kritis di dalam rahim ibunya atau selama tahun pertama kehidupan mereka lebih mungkin terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin di kemudian hari. Ini mungkin karena nutrisi yang tidak cukup, terurama kekurangan protein pada beberapa bulan pertama setelah dilahirkan bisa menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki atas sel-sel beta di dalam pulau-pulau Langerhans. Karena sel-sel beta ini melepaskan insulin, kerusakan atasnya bisa menyebabkan kurangnya produksi insulin di masa mendatang.

Obat-obatan
Konsumsi obat-obatan yang berkepanjabgan seperti steroid atau beberapa obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi bisa menyebabkan diabetes yang tidak tergantung pada insulin.

Beberapa penyebab lain
Penyakit diabetes yang tidak tergantung pada insulin juha bisa terjadi selama kehamilan, atau sebagai akibat dari beberapa penyakit  pada kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran didalam tubuh yang menghasilkan berbagai hormone.

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Diabetes Tipe 2

Penyebab diabetes adalah pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. secara lebih luas, penyebab diabetes masih belum diketahui secara pasti. Hanya terdapat beberapa petunjuk yang dapat digunakan untuk mengetahui penyebab diabetes. Selain itu, diabetes dapat pula diwariskan dalam keluarga.

Di Inggris, sekitar 2-3 dari 100 penderita tidak mengetahui penyebab diabetes yang dialami sehingga mereka disebut missing million- penderita tanpa sebab.

Jika seseorang mempunyai kecenderungan genetis ke arah diabetes, kegemukan dapat menjadi faktor penyebabnya terutama kegemukan yang terjadi di sekitar perut (obesitas sentral). Kegemukan dapat menghentikan kerja insulin dalam menurunkan kadar gula darah dan hal ini disebut resistansi insulin yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Oleh sebab adanya kenaikan jumlah penderita obesitas, diabetes jenis ini pun mulai banyak ditemukan.

Mulanya, diabetes jenis ini terjadi pada orang paruh baya, tetapi kini, banyak terjadi pada remaja bahkan anak-anak terutama yang memiliki obesitas.

Pada beberapa kasus, diabetes dapat diatasi dengan diet dan penurunan berat badan. Banyak orang yang mengalami obesitas sangat sulit untuk menurunkan berat badannya. Beberapa dari mereka pun menerapkan pola diet yang ketat, tetapi kadar gula darah dalam tubuh tetap tinggi. Untuk itu, mereka tetap memerlukan suntikan insulin.

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Diabetes Pada Usia Lanjut

Jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia terus meningkat dimana saat ini diperkirakan sekitar 5 juta lebih penduduk Indonesia atau berarti 1 dari 40 penduduk Indonesia menderita diabetes.

Pada lebih 50% usia lanjut di atas 60 tahun yang tanpa keluhan ditemukan hasil Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) yang abnormal, namun intoleransi glukosa ini masih belum dapat dikatakan sebagai diabetes mellitus.

Menurut Jeffrey, peningakatan kadar gula darah pada usia lanjut disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :

1. Fungsi sel pankreas dan sekresi inuslin yang berkurang

2. Perubahan karena usia lanjut sedir yang berkaitan dengan resistensi insulin, akibat berkurangnya massa otot dan perubahan vaskular

3. Aktivitas fisik yang berkurang, banyak makan, badan kegemukan

4. Keberdaan penyakit lainnya seperti sering menderita stres, operasi.

5. Sering menggunakan bermacam-macam obat-obatan

6. Adanya faktor keturunan

7. Keberadaan penyakit lain

8. Genetik

9. Obat

10. Aktivitas fisik yang berkurang

11. Kegemukan

12. Umur yang berakibat dengan resistensi insulin

13. Umur yang berkaitan dengan penurunan insulin

14. Faktor-faktor penyebab pada usia lanjut

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment